pertanian

pertanian
selamat bekerja

Senin, 04 Februari 2013

Apa itu buah khuldi


Apa itu buah khuldi ? yang menjadi pertanyaan apakah buah itu cuma simbol ataukah benar-benar ada dalam bentuk fisiknya? seperti apa bentuknya? dan bagaimana rasanya?. Buah khuldi menurut kisah menjadi penyebab Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke bumi oleh Allah. Karena bujuk dan rayu setan, Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar pantangan dan akhirnya memakan buah yang dilarang oleh Allah untuk dimakan tersebut. Banyak kisah yang menceritakan tentang buah tersebut. Berikut ane mau membagi artikel tentang Buah Khuldi tersebut
Misteri Buah Khuldi Berbagai agama memiliki kisah tentang Adam & Hawa yang diusir dari surga akibat memakan buah terlarang. Orang-orang berusaha menafsirkan buah apa yang dimaksud. Sampai kini, ada sekitar 11 macam buah yang diduga merupakan buah terlarang. Lalu buah apa lagi yang dicurigai sebagai buah terlarang? menginterpretasikan buah yang menyebabkan Nabi Adam turun dari surga. Berikut adalah beberapa buah yang memang benar-benar ada di dunia.

Quote:
1. Fig (Buah Tin)
Nama lain fig adalah ara atau tin. Buah ini adalah salah satu yang paling sering dikaitkan dengan buah terlarang.Pasalnya, fig banyak tercantum di kitab dan beberapa kebudayaan.Para seniman juga sering menggambarkan daun yang menutupi aurat Adam & Hawa sebagai daun fig. (Fig adalah sumber tanaman yang paling kaya akan kalsium dan serat. Buah ini juga mengandung banyak antioksidan, flavonoid, dan polyphenol.)

2. Anggur
Konon, Hawa memetik buah anggur dan mengambil sarinya. Perasan anggur tersebut memiliki efek seperti wine, bisa membuat mabuk dan lupa diri.Diduga, karena buah inilah pakaian Adam & Hawa terlucuti. (Anggur adalah buah yang kaya resveratrol.Senyawa ini dianggap mampu mencegah kanker, penyakit jantung, dan Alzheimer.Selain itu, anggur juga banyak mengandung vitamin A, C, B kompleks, K, dan karoten.)

3. Tomat
Dalam beberapa bahasa Slavia, tomat disebut ‘rajcica’ atau ‘paradajz’, keduanya juga berarti surga (paradise). Sebelum abad ke-17, tomat dianggap beracun di beberapa negara Eropa.Makanya, tomat sering dikait-kaitkan dengan buah terlarang dari surga. (Tomat banyak mengandung lycopene, vitamin A, dan vitamin C. Selain baik bagi kesehatan jantung, tomat juga bisa mencegah kanker prostat.)

4. Apel
Dalam Bahasa Latin, setan dan apel punya kata yang mirip, yaitu ‘malum’ dan ‘malum’.Karenanya, apel sering dikira buah terlarang.Apalagi, dalam Bahasa Inggris jakun laki-laki disebut ‘Adam’s apple’, karena konon si buah terlarang tersangkut di tenggorokan Adam saat ditelan. (Pepatah ‘an apple a day keeps the doctor away’ menunjukkan kalau buah ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Mulai dari kanker usus, prostat, paru-paru, hingga kolesterol dan penyakit jantung bisa dicegah dengan buah yang kaya antioksidan dan serat ini.)

5. Gandum
Meski bukan buah, gandum sering disangkutpautkan dengan buah terlarang di surga.Bisa jadi anggapan ini muncul karena dalam bahasa Ibrani gandum adalah ‘khitah’, mirip dengan ‘khet’ yang berarti dosa.Selain itu, konon dulunya gandum setinggi pohon palem dengan biji seukuran ginjal banteng besar.Karena ‘buah’ terlarangnya dimakan manusia, pohonnya dikutuk menjadi kecil seperti sekarang.(Gandum menjadi bahan dari makanan pokok masyarakat dunia.Ada banyak makanan yang bisa dihasilkan dari biji-bijian ini, di antaranya roti dan pasta.Karena kaya karbohidrat, makanan berbahan gandum dapat menjadi sumber energi untuk beraktivitas.)

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Thaahaa (20): 121-122: “Maka keduanya memakan dari pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun surga, Dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Tuhan memilihnya maka Dia menerima taubatnya Dan memberi petunjuk.”

Buah Khuldi dianggap sebagai biang keladi turunya Adam dan Hawa dari surga. Seandainya, Adam dan Hawa tak makan buah khuldi, niscaya mereka tidak akan diusir dari surga.

Begitulah keyakinan sebagian besar kita tentang peristiwa di sekitar turunnya Adam dan Hawa dari surga, Setan menggunakan buah khuldi itu menyesatkan Adam dan Hawa, agar membangkang perintah Allah SWT. Ada beberapa kontroversi yang muncul diseputar turunya Adam dan Hawa dari surga itu. Diantaranya, adalah tentang buah khuldi yang ternyata tidak disebut secara eksplisit oleh Allah.

Allah hanya menyebut pohon tersebut secara sepintas selalu, tanpa menyebut nama. Nama ‘buah khuldi’ justru muncul dari istilah setan ketika merayu Adam dan Hawa untuk memakannya. Itu pun tidakn secara eksplisit menyebut buah. Melainkan menyebut syajaratul khuldi alias ‘pohon keabadian’.

Nabi Adam Tak Diusir dari Surga. Pohon keabadian itulah yang memunculkan istilah buah khuldi. Padahal, kata ‘buah’ pun secara eksplisit tidak disebut dalam Al-Qur’an. Allah hanya mengatakan, Adam dan Hawa memakan bagian dari pohon itu.

Sebenarnya kalau kita cermati substansinya ayat-ayat yang terkait dengan pohon khuldi, bentuk fisiknya tidaklah menjadi masalah penting. Yang lebih penting adalah ‘larangan’ Allah untuk mendekati pohon itu. Terbukti, Allah tidak menyebut nama pohon, kecuali hanya menyinggung sepintas dengan sebutan ‘pohon ini’ (haadzihis syajarat). Dan bukan hanya sekali, melainkan beberapa kali. Termasuk setan pun hanya menyebut dengan ‘pohon ini’.

Munculnya istilah pohon khuldi itu, sekali lagi, karena kita sendiri yang menamakannya. Berdasarkan ‘rayuan setan’ kepada Nabi Adam. Yang menarik, larangan Allah kepada Adam untuk mendekati pohon itu adalah karena Allah tidak menginginkan Adam menjadi orang yang zalim.

Jadi, kunci pemahaman atas pohon khuldi itu sebenarnya adalah kata ‘zalim’. Bahwa, jika Adam dan Hawa mendekati atau apalagi memakannya, mereka bakal menjadi orang yang zalim. Dengan kata lain agar kita bisa memahami substansi pohon larangan itu, kita harus memahami makna kata zalim.

Kata zalim di dalam Al-Qur’an diulang-ulang oleh Allah dalam ratusan ayat. Tak kurang dari 200 ayat, dengan segala variasinya. Makna yang paling dominan adalah ‘melanggar perintah Allah’, kemudian diikuti dengan arti yang hampir sama seperti ‘menyekutukan Allah’, mengikuti yang selain Allah. Berbuat tanpa petunjuk Allah, kemudian diikuti dengan arti yang hampir sama seperti ‘menyekutukan Allah’, ‘mengikuti yang selain Allah’. ‘Berbuat tanpa petunjuk Allah’, ‘menentang himbauan Allah’, ‘mendustakan allah’, dan sebagainya.

Di ayat lain lagi Allah memberikan gambaran bahwa orang-orang zalim itu adalah mereka yang mengikuti hawa nafsunya tanpa memiliki ilmu pengetahuan tentangnya. Mereka adalah termasuk orang-orang yang tersesat dan tidak memperoleh petunjuk dari Allah.

Quote:
Jadi substansi pohon larangan itu sebenarnya adalah uji ketaatan Adam dan Hawa. Fisik benda yang dilarang tidaklah menjadi hal penting, sebagimana tersirat dari cara Allah bercerita, yang tanpa menyinggung langsung materinya. Yang lebih penting adalah bahwa Allah menguji dengannya, apakah Adam dan Hawa termasuk orang-orang yang taat kepadaNya.

Ketika Adam dan Hawa diperintahkan untuk tinggal di surga, Allah memberikan kenikmatan sesuai dengan kebutuhan dasar hidup mereka. Yaitu makanan, minuman dan pasangan hidup. Sambil, Allah menguji mereka apakah fasilitas kehidupan surga itu membuat mereka lupa atau tidak. Allah hanya memberikan satu larangan saja, yang disimbolkan sebagai ‘pohon’.

Pohon itu menyimpulkan dua hal sekaligus. Yaitu makanan dan aurat. Karena itu perintah-Nya dikaitkan dengan kedua hal sekaligus. Awalnya, Allah mengatakan Adam dan Hawa boleh memakan apa saja yang ada di dalam surga, kecuali pohon itu. Allah memberikan gambaran tidak langsung bahwa larangan itu berkaitan dengan makanan.

Dan pada cerita selanjutnya, dikatakan bahwa memakan sebagian pohon itu bisa menyebabkan auratnya terbuka. Menyiratkan, bahwa pohon itu tidak hanya mewakili larangan terhadap makanan, melainkan juga simbol hawa nafsu yang tersimpan di dalam diri setiap manusia.

Quote:
Ilustrasi
Allah menegaskan bahwa di surga itu Adam dan Hawa tak akan kekurangan apa-apa selama masih berada di dalamnya mereka dijamin tidak akan kekurangan makanan, minuman, atau pun pakaian. Mereka tidak akan telanjang. Juga tidak kepanasan.

Quote:
Ilustrasi
Sebelum memakan pohon khuldi itu pemahaman mereka tentang aurat tidak sama dengan sesudah memakannya. Karena itu kalimat yang bercerita tentang aurat mereka itu bukan berbunyi “terbukalah” aurat mereka malainkan “tampaklah” begi keduanya aurat-auratnya. Hal ini menujukkan bahwa itu bukan proses fisik belaka, melainkan lebih bersifat transformasi kesadaran akan makna aurat. Tadinya tidak tampak, sekarang menjadi tampak. Adam menjadi ‘melihat’ aurat Hawa. Demikian pula sebaliknya, Hawa menjadi bisa ‘melihat’ aurat Adam. Padahal, tadinya mereka tidak melihatnya sebagai aurat.

Jadi, hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa keterbukanya aurat Adam dan Hawa itu lebih kepada keterbukaan persepsi mereka atas sesuatu yang memalukan, sesuatu yang seharusnya disembunyikan kepada lawan jenisnya. Adam menjadi malu kepada Hawa, dan Hawa demikian pula sebaliknya. Sehingga mereka menutupinya dengan daun-daun surga.

Quote:
Maaf gan ane sekedar share artikel saja... kalau untuk memecahkan bagaimana bentuk dan rasanya buah khuldi ane gak tahu gan... Semuanya kita kembalikan lagi ke Allah sang maha pencipta, maha mengetahui, dan maha besar.


I. PENGANTAR ILMU SOSIAL DASAR DAN BUDAYA DASAR

1.Hakikat dan ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar
Ilmu sosial dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan demikian ilmu sosial dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Sedangkan budaya dasar sendiri adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar
  • Kenyataan-kenyataan sosial yang ada di masyarakat
  • Konsep-konsep sosial
  • Individu, keluarga, dan masyarakat 
2.Ilmu sosial dasar sebagai mata kuliah berkehidupan masyarakat
Dengan mempelajari ilmu sosial dasar untuk membantu meningkatkan kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah di sekitarnya.

3.Pengertian tujuan ilmu sosial dasar dan budaya dasar
Usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran dalam menghadapi lingkungan sosial dapat di tingkatkan.Ilmu budaya dasar sendiri untuk memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.

4.Perbedaan ISD dengan budaya dasar
Ilmu sosial dasar mempelajari pola perilaku masyarakat sedangkan budaya dasar sendiri untuk menambah wawasan nilai-nilai budaya itu sendiri.

5.Ilmu sosial budaya dasar sebagai alternatif pemecahan masalah sosial budaya
Dengan mempelajari ilmu sosial budaya dasar kita juga dapat melakukan pemecahan masalah sosial budaya yang terjadi di sekitar kita, dikarenakan di dalam diri kita sudah mengenal nilai-nilai tersebut.                           

II. PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
 
1. Perkembangan penduduk dunia
Populasi dunia adalah populasi manusia di planet bumi, menurut biro sensus Amerika Serikat populasi dunia telah mengalami pertumbuhan berkelanjutan sejak akhir Black Death sekitar tahun 1400. Tingkat tertinggi dunia meningkat di atas 1,8% per-tahun terlihat singkat selama tahun 1950. Kelahiran tahunan telah mengurangi hingga 140 juta sejak puncaknya pada 173 juta di akhir 1990-an, dan diharapkan untuk tetap konstan, sedangkan jumlah kematian 57 juta per-tahun dan diharapkan meningkat 90 juta per-tahun pada tahun 2050. Asia menyumbang lebih dari 60% dari populasi dunia dengan hampir 3,8 miliar orang. China dan india sama-sama memiliki sekitar 40 persen dari populasi dunia. Afrika berikut dengan 1 miliar orang, 14% dari populasi dunia, 731 juta orang Eropa membentuk 11% dari populasi dunia, Amerika Utara adalah rumah dari 514 juta (8%), Amerika Selatan 371 juta (5,3%), dan Australia untuk 21 juta (0,3%).

Berikut tabel populasi beberapa negara




2. Penggandaan penduduk dunia
Waktu penggandaan adalah periode waktu yang diperlukan untuk kuantitas untuk ganda dalam ukuran atau nilai. Waktu penggandaan adalah satuan karakteristik (unit alami skala) untuk persamaan pertumbuhan eksponensial, dan bercakap-cakap untuk peluruhan eksponensial adalah setengah kehidupan. Perhatikan bagaimana, selama 2 milenium, menggandakan masing-masing mengambil kira-kira setengah selama dua kali lipat sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik di atas. Namun tidak mungkin ada penggandaan lain dalam abad ini.


3. Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial
Bumi mengalami kenaikan pesat baru-baru ini dalam populasi manusia dalam dua abad terakhir, telah menyuarakan keprihatinan bahwa manusia mengalami overpopulate bumi. Konsesus ilmiah adalah bahwa ekspansi populasi saat ini dan atas peningkatan penggunaan sumber daya terkait dengan ancaman ekosistem, dan akan menyebabkan masalah lingkungan seperti meningkatnya kadar karbon dioksida atmosfer, pemanasan global, dan polusi yang di perburuk oleh ekspansi populasi.

4. Hubungan antara masalah penduduk dengan perkembangan kebudayaan
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya.
Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut.
Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia dan dengan demi kian Indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.


III. INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT

1. Pertumbuhan individu
- Pengertian individu, berasal dari kata latin "Individiuum" artinya "yang tak terbagi". Jadi, merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk. Jadi individu itu sendiri adalah adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
- Pengertian pertumbuhan
Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan dewasa, pertumbuhan ini biasanya disebut dengan istilah proses. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian yang lebih dahulu sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Dapat dirumuskan suatu proses asosiasi adalah perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.
- Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
> Keturunan
> Kesehatan
> Makanan dan kebiasaan makanan
> Good health
> Penyakit

2. Fungsi keluarga
- Pengertian fungsi keluarga adalah , menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan, yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.
- Macam-macam fungsi keluarga :
> Fungsi pendidikan
> Fungsi sosialisasi anak
> Fungsi perlindungan 
> Fungsi perasaan
> Fungsi religius
> Fungsi ekonomis
> Fungsi rekreatif
> Fungsi biologis
> Memberikan kasih sayang
- Individu keluarga dan masyarakat
Peraturan keluarga, Peraturan yang dibuat oleh individu-individu dalam keluarga yang sudah di musyarawarahkan bersama.
Golongan Masyarakat : 
Terdapat dua golongan masyarakat yaitu masyarakat desa dan kota.
Perbedaan antara masyarakat industri dengan non industri :
Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group). 

Kelompok primer

Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
 
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

(b) Kelompok sekunder

Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.

Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
 
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi

Masyarakat industri
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.


3. Hubungan antara individu keluarga dan masyarakat
- Makna individu, makhluk yang tidak dapat di bagi dua dan tidak dapat di pisah-pisahkan antara jiwa dan raga.
Makna masyarakat, jaringan penghubung antara berbagai individu. Masyarakat digunakan untuk menggambarkan rakyat sebuah negara.
- Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat, adalah aspek sosial yang tidak dapat dipisahkan, keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada masyarakat dan keluarga bila tidak ada individu, sementara di pihak lain individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media dimana individu untuk mengekspresikan aspek sosialnya.
4. Urbanisasi
Pengertian urbanisasi, merupakan suatu proses perubahan dari desa ke kota yang meliputi wilayah / daerah beserta masyarakat di dalamnya dan dipengaruhi oleh aspek-aspek fisi, sosial, ekonomi, budaya, dan psikologi masyarakat.
Proses terjadinya : 
Faktor pendorong, kota mempunyai daya tarik, keadaan di pihak lain tingkat hidup di desa umumnya mempercepat proses urbanisasi tersebut, hal ini menjadi faktor pendorong timbulnya urbanisasi faktor pendorong yang di maksud adalah :
> keadaan desa yang pada umumnya mempunyai kehidupan yang statis
> keadaan kemiskinan desa yang seakan-akan abadi 
> lapangan kerja yang hampir tidak ada
> pendapatan yang rendah
> keamanan yang kurang
> adat istiadat yang ketat
> kurang fasilitas pendidikan





 













  



Penulis : Hangger Hidayanto ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR ini dipublish oleh Hangger Hidayanto pada hari Rabu, 13 Oktober 2010. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 2 komentar: di postingan ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
 

Jumat, 25 Januari 2013

Inilah Keajaiban Berwudhu Bagi Kesehatan


 -  Bagi umat muslim, berwudhu merupakan suatu kegiatan wajib yang harus dilakukan sebelum melakukan sholat. Wudhu merupakan kegiatan membersihkan diri dari berbagai kotoran dan bermakna kita telah siap dan bersih ketika beribadah kepada Allah SWT. Sayangnya, banyak umat muslim yang menganggap sepele wudhu dan melakukannya dengan asal-asalan.Padahal, jika wudhu seseorang tidak benar maka tidak akan diterima sholatnya.
 
Inilah Keajaiban Berwudhu Bagi Kesehatan
 
Meskipun Wudhu adalah sebuah kegiatan yang sederhana, namun rupanya kegiatan ini memiliki manfaat yang begitu besar! Professor Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu. Ia mengatakan bahwa wudhu mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia.

Menurutnya, bagian-bagian tubuh yang terbasur air wudhu merupakan titik-titik syaraf yang jika terbasuh akan membuat tubuh menjadi sehat. Penemuannya tentang kedahsyatan wudhu ini menggugah hatinya sehingga ia kemudian masuk islam dan berganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Pakar lain yang bernama Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu dapat mencegah kanker kulit. Kanker kulit dapat terjadi disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut. Selain itu, jelasnya, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.

Selain itu, kulit wajah yang rutin terbasuh air wudhu juga akan memancarkan aura yang cemerlang sehingga bukan hanya baik bagi kesehatan saja, wudhu juga memiliki manfaat untuk kecantikan wajah.